Aktif Menyaksikan

Majo Jalan

Channel Dokumenter Warisan Indonesia

Seorang bule berjas berkeliling Indonesia, mengunjungi orang-orang biasa yang menyimpan ilmu luar biasa — untuk membuktikan bahwa cara lama sering lebih baik dari apa yang menggantikannya.

Tangan

Mengunjungi para pengrajin yang masih menjaga ilmu dan teknik klasik — membuktikan bahwa buatan tangan lebih unggul dari buatan pabrik.

Bangunan

Mengunjungi masjid kuno, rumah adat, dan bangunan bersejarah — mengungkap kebijaksanaan klasik dalam cara membangun yang tahan berabad-abad.

Manusia

Berjalan-jalan, ngobrol dengan orang biasa — membuktikan bahwa hikmah hidup ada di mana-mana kalau kita mau bertanya dan mendengar.

Kain

Menjelajahi dunia pakaian pria — tradisional dan klasik Barat — sebagai bentuk penghargaan diri, budaya, dan penolakan terhadap budaya serba instan.

Para pengrajin utama Indonesia — pembatik tulis, empu keris, tukang kayu yang masih pakai sambungan tradisional, penenun tenun — kebanyakan sudah berusia 60-an dan 70-an. Banyak yang tidak punya murid. Ketika seorang pengrajin meninggal tanpa mewariskan tekniknya, teknik itu tidak menjadi langka — teknik itu punah.

Majo Jalan adalah channel warisan budaya yang dibawakan oleh orang asing yang sudah melihat apa yang terjadi ketika sebuah negara menukar keunggulannya dengan yang lebih murah. Di Amerika, pengrajin diganti pabrik, yang tahan seumur hidup diganti yang sekali pakai, yang bermakna diganti yang seragam.

Indonesia masih punya apa yang Amerika sudah buang. Tapi mal sedang menggantikan pasar, cetakan polyester menggantikan tenun dan batik, dan ilmu yang dipegang generasi terakhir pengrajin sedang menghilang tanpa ada yang merekamnya.

Channel ini ada untuk membuktikan bahwa apa yang dianggap biasa oleh orang Indonesia sebenarnya luar biasa �� dan untuk memperingatkan: jangan ulangi kesalahan kami.